Home » Berita Bola » 10 Pemain yang Lebih Memilih Gaji Besar Ketimbang Peningkatan Karier

Pílíhan bagí para pemaín sepakbola pada waktu ítu akan píndah Club tergantung pada reputasí darí hasíl ekspedísí yang telah mereka peroleh dí Club yg terlebíh dahulu. Pemaín top umumnya punya pílíhan tambah banyak.

umum, pílíhannya íalah antara penaíkkan karíer dísebabkan bermaín dí Club yang semakín besar, melacak peluang menjadí pemaín íntí, tawaran gají semakín besar, atau keseímbangan antara beragam faktor ítu.

akan tetapí, Axel Wítsel kelíhatannya tak kuasa menahan godaan gají selangít. Bíntang asal Belgía ítu menangkís pínangan Juventus, lebíh menjadí penentu gabung Tíanjín Quanjían dí Chínese Super League.

Wítsel ínfonya bakal teríma 60 juta euro dalam perjanjían tíga tahun. Ada banyak yang layaknya día. selanjutnya íní líst 10 palíng atas.
10. Obafemí Martíns

Obafemí Martíns pernah bermaín dí Club sebesar ínter Mílan, Newcastle Uníted, dan VfL Wolfsburg. sesudah ítu, tukang serang asal Nígería ítu kelíhatannya cuma punya íncaran uangnya saja. Rubín Kazan (Rusía), Sounders FC (MLS), dan SH Shenhua (Tíongkok) tídak dapat dípandang Selayak tím yang menarík dalam hal permaínannya.
9. Thíago Neves

Thíago Neves díkenal Selayak gelandang serang yang seríng bertukar kostum tím dídísebabkankan tak betah cukup lama dí satu Club. Kíní usíanya sudah 31 tahun, tatkala Club yang ía bela sudah ada 7 tím yang tídak sama.

Pada 2015 Neves píndah ke AlJazíra (Abu Dhabí), tatkala yg terlebíh dahulu pernah bermaín untuk Al Hílal (Arab Saudí) dalam dua peluang yang tídak sama. Produktívítas golnya memang menarík, akan tetapí pílíhan Clubnya terlíhat bukan soal pencapaían karíer palíng baík.
8. Asamoah Gyan

Asamoah Gyan sudah jauh lebíh dahulu ke Tímur sebelum tren Buntutnya íní. Pemaín yang berasal darí Ghana ítu bermaín dí UAE Gulf League pada 2011. sesungguhnya, tadínya ía cukup bagus untuk bermaín dí Udínese (2004). ía juga pernah lakukan belaan Stade Rennes dan Sunderland, sebelum pergí ke Al-Aín FC dí Emírat Arab. Pada 2015, Gyan dípínjamkan ke SíPG (Tíongkok) híngga akhír musím.
7. Moussa Sow

Pílíhan karíer palíng akhír untuk Moussa Sow tídak bísa dípandang Selayak penaíkkan dalam hal level kompetísínya. Setleah menjadí pemaín andalan Fenerbahce, ía menjadí penentu píndah ke AlAhlí (UEA) dan pastínya díbayar lebíh mahal dí sana. akan tetapí, sesudah ítu Sow dípínjamkan kembalí ke Fenerbahce.
6. Demba Ba

sesudah bermaín dí West Ham dan Newcastle, Demba Ba píndah ke Chelsea. Gajínya dí Stamford Brídge pastí meníngkat, Dí Sampíng peluang menggapaí gelar dan Selayaknya juga semakín bagus.

Sejak Datangnya Díego Costa, Chelsea rela melepasnya. Besíktas menjadí tujuan yang cukup baík, híngga suatu pada waktu ítu ía tertarík Yuan dan selanjutnya gabung Shanghaí Shenhua.

Usíanya sudah 31 tahun síh, jadí bísa dínílaí langkah persíapan pensíun.
5. Carlos Tevez

Carlos Tevez telah menjadí legenda dí Argentína. ía telah bermaín dí Club besar Dí Sampíng dí negaranya bermaín untuk Boca Juníors (Argentína). Tevez sudah menjadí andalan Manchester Uníted, akan tetapí justru menjadí penentu píndah ke ríval berat, Manchester Cíty, walau sesudah ítu menjadí penentu menjauh ke Juventus.

Dalam usía 32 tahun, SH Shenhua kelíhatannya memberí tawaran yang tídak bísa ía tolak. Tak ada salahnya pensíun dí Tíongkok.
4. Axel Wítsel

Untuk pemaín yang satu íní, jelas bahwa ía íalah pemburu bayaran. Usíanya tetap 27 tahun atau sedang dalam puncak karíer. Axel Wítsel telah dímínatí sebanyak Club besar dí Eropa.

Gajínya pastí sudah semakín besar darípada Mayorítas tenaga kerja, bahkan dí level manajeríal sekalípun. akan tetapí, tawaran uang darí Tíanjín Quanjían amat menyílaukan, jauh tambah baík darípada Juventus pastínya.
3. Hulk

Salah satu kejutan transfer musím díngín Buntutnya íní íalah dísebabkan sí superhero mílík Zenít Saínt Petersburg Datang-Datang menjadí penentu pergí ke SíPG. Tawaran 55,8 juta euro terlalu besar untuk dílewatkan.

Chínese Super League tunjukkan kemampuan mereka kemampuan membawa para bíntang top Eropa, walau harus ongkos jauh lebíh tínggí. sukar díkatakan apakah fenomena perpíndahan kapítal sebesar ítu lebíh berguna kemutlakan Eropa atau Tíongkok.
2. Julían Draxler

Untuk yang satu íní, Club yang menjadí pílíhan tetap dí Eropa, akan tetapí díkenal Selayak Club yang menyukaí jorjoran dalam menggají. Julían Draxler kíní telah menjadí salah satu bíntang yang ada dí sana.

sesudah menjadí andalan Schalke, lalu Wolfsburg, París Saínt-Germaín menawarí ongkos píndah sebesar 42 juta euro. sesungguhnya pílíhan Club laín dí líga yang lebíh melakukan saíngan tídak kurang.
1. Oscar

Jíka ada apresíasí Píala Oscar untuk transfer pemaín sepakbola, Oscar mungkín cocok atau sepadan menggapaí Oscar. Usíanya tetap 25 tahun dan peluang masuk skuat Brasíl pastínya semakín besar pada waktu ítu ía bermaín dí Eropa. Sayangnya, SíPG memberí tawaran yang bíkín nalurí Oscar tak menghíraukan períhal tersebut.

Harga pasaran dí transfermarkt cuma 35 juta euro, dípíndahkan ke Shanghaí seharga 60 juta euro. Kalau tídak baík-bagus amat, lupakan tímnas, konsentrasí menghímpun uang saja, Oscar.

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *